Kamis, 09 Februari 2012

A. Pengertian dan Ruang Lingkup Ilmu Sejarah

Untuk memperoleh gambaran yang lengkap terhadap kedudukan sejarah sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, terlebih dahulu kalian harus dapat memahami pengertian sejarah serta aspek-aspek lain yang termasuk sejarah.
1.      Pengertian sejarah
a.       Asal-usul kata sejarah menurut bahasa Arab, Inggris, Yunani dan Jerman
Secara etimologi kata sejarah mempunyai arti yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan arti kata sejarah menurut bahasa yang berbeda-beda. Marilah kita pelajari perbedaan arti kata sejarah menurut Arab, Inggris, Yunani dan Jerman sebagai berikut :
1.      Arti kata sejarah menurut bahasa Arab
Dalam bahasa Arab sejarah berasal dari kata syajaratun yang artinya pohon. Maka sejarah sama artinya dengan sebuah pohon yang terus berkembang mulai dari tingkat yang sederhana sampai pada tingkat yang lebih kompleks dan lebih maju. Di mana proses pertumbuhan pohon itu sendiri dimulai dari akar yang kemudian membentuk dahan, cabang, ranting dan daun.
Demikian pula sejarah perkembangan umat manusia yang dimulai dari sepasang umat manusia yang terus melahirkan keturunannya. Dari keturunannya tersebut maka umat manusia dapat berkembang biak sampai terbentuk menjadi bangsa dan suku-suku bangsa.
2.      Arti kata sejarah menurut bahasa Inggris
Dalam bahasa Inggris sejarah berasal dari kata history  yang artinya masa lampau umat manusia. Setiap manusia mempunyai masa lampau, baik yang menyenangkan atau yang menyedihkan, yang dapat menimbulkan kenangan maupun yang dapat membawa perubahan bagi orang lain.

3.      Arti kata sejarah menurut bahasa Yunani
Dalam bahasa Yunani sejarah berasal dari kata historia  yang artinya apa yang diketahui, sehingga berhubungan dengan pengetahuan. Sejarah berhubungan dengan perkembangan pengetahuan umat manusia mulai dari yang sifatnya sederhana sampai yang paling kompleks.
Pada awalnya manusia tidak dapat membaca dan menulis, karena pertumbuhan organ-organ fisiknya belum sempurna. Hal ini dialami oleh manusia praaksara jenis Meganthropus, Pithecantropus dan Homo. Tetapi setelah organ fisik manusia seperti mulut, bibir dan lidah, otak dan lain-lain berkembang dengan lebih sempurna, maka dapat digunakan untuk berbicara, berpikir serta aktifitas-aktifitas yang lain.
4.      Arti kata sejarah menurut bahasa Jerman
Dalam bahasa Jerman sejarah berasal dari kata geschicht  yang artinya sesuatu yang telah terjadi. Kata sejarah baik yang berasal dari bahasa Jerman geschicht  maupun Inggris history  kedua memiliki kesamaan arti. Yang dimaksud dengan sesuatu yang telah terjadi adalah masa lampau umat manusia. Karena masa lampau umat manusia berhubungan dengan kajadian atau peristiwa yang pernah dialaminya.
b.      Pengertian sejarah berdasarkan asal-usul kata
Dari uraian arti kata sejarah yang berbeda-beda tersebut maka dapat diperoleh pengertian sejara adalah pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa masa lampau dalam kehidupan manusia beserta seluruh aspek kehidupannya.
Perkembangan umat manusia pada masa lampau dimulai dari tingkat yang sederhana menuju pada tingkat yang paling komplek dan bertambah maju. Di mana pada masa itu manusia praaksara belum mengenal bahasa, karena organ-organnya seperti mulut, bibir, lidah belum berkembang dengan sempurna, maka tidak dapat digunakan untuk berbicara. Sedangkan alat-alat yang digunakan terbuat dari batu, seperti kapak perimbas, kapak lonjong, kapak Sumatralit. Maka menunjukkan bahwa tingkat berpikir pada manusai praaksara belum berkembang, karena volume otaknya kurang dari 900cc sehingga belum dapat berpikir dengan sempurna.
Pada perkembangan lebih lanjut, manusia sudah mulai mengalami kemajuan dan bahkan bertambah maju. Kemajuan yang dialami oleh manusia seiring dengan pertumbuhan fungsi-fungsi organ tubuh yang lebih sempurna sehingga dapat berbicara dan berpikir. Hal ini ditunjukkan dengan digunakannya peralatan yang terbuat dari logam seperti kapak corong, bejana perunggu, candrasa dan sabit. Selain itu manusia juga sudah mengenal tulisan, sehingga dapat meninggalkan bukti-bukti tertulis seperti prasasti.
c.       Pengertian sejarah berdasarkan pandangan para tokoh
Pandangan para tokoh terhadap pengertian sejarah sangat beragam, hal ini dipengaruhi oleh cara pandang yang berbeda-beda tergantung pada perkembangan kehidupan yang pernah dialaminya. Sehingga ada yang memandang bahwa sejarah berhubungan dengan proses terbentuknya dinasti, silsilah keturunan raja dan kaum bangsawan dengan segala kemewahan dan kekuasaannya. Ada pula yang berpendapat bahwa sejarah berhubungan dengan peristiwa-peristiwa peperangan, pergantian raja, pergantian kekuasaan dan sebagainya.
Untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai pengertian sejarah berdasarkan pendapat para tokoh-tokoh, marilah kita pelajari bersama uraian materi dibawah ini :
1.      Aristoteles
Aristoteles adalah seorang ahli filsafat dari Yunani yang hidup antara tahun 384 s.M – 449 s.M. Menurut pendapatnya bahwa sejarah berbeda dengan puisi ataupun filsafat. Karena sejarah itu sendiri berhubungan dengan hal-hal yang sifatnya artikular dan hal-hal aktual yang sudah terjadi. Sedang puisi dan filsafat berhubungan dengan hal-hal yang bersifat universal serta hal-hal yang ada atau mungkin ada.      
2.      Francois Bacon
Menurut Francois Bacon berdasarkan materi pokoknya sejarah berbeda dengan disiplin ilmu yang lain. Karena sejarah mempelajari hal-hal yang berkisar dalam waktu dan tempat, dengan menggunakan ingatan sebagai instrumen esensialnya
3.      Vico
Sejarah adalah disiplin ilmu pertama manusia, menurutnya manusia hanya dapat mengerti apa yang sudah diperbuatnya sendiri. Sehingga sejarah menjadi pusat pengertian manusia, karena manusialah yang menciptakan sejarah.
4.      Ibnu Khaldun
Dalam bukunya yang berjudul Al-Muqaddimah kitab Al-‘Ibar wa Diwan Al-Mubtada wa Al-Khabar  bahwa sejarah adalah pengetahuan tentang proses-proses berbagai realitas dan sebab-musababnya secara mendalam. Ia juga menegaskan bahwa seorang sejarawan yang baik memerlukan berbagai sumber data, aneka disiplin ilmu pengetahuan, perpektif yang baik dan konsisten yang akan mengantarkannya kepada kebenaran dan meminimalkan kekeliruan.
5.      Hasan bin Husain Al-Thuluni
Beliau adalah seorang arsitek yang berminat terhadap sejarah. Maka dalam karyanya yang berjudul An-Nuzhah assaniyyah fi Dzikr Al-khulafa wa Al Muluk Al-Mishriyyah menjelaskan bahwa sejarah untuk mencatat berbagai peristiwa.
6.      Collingwood
Sejarah merupakan ilmu atau suatu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang masalah tindakan manusia pada masa lalu. Untuk memperoleh jawaban maka harus menginterpretasikan bukti-bukti sejarah dan dari self  knowledge manusia.
7.      Mohammad Ali
Dalam buku Pengantar Ilmu Sejarah beliau menjelaskan bahwa pengertian sejarah berhubungan dengan :
-          Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan disekitar kita.
-          Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan disekitar kita.
-          Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan kejadian dan peristiwa dalam kenyataan disekitar kita.
8.      Kuntowijoyo
Menurut Kuntowijoyo sejarah itu menyuguhkan fakta-fakta secara diakronis, ideografis, unik dan empiris. Secara diakronis sejarah mencatat fakta-fakta yang berhubungan dengan perjalanan dan rentang waktu. Bersifat ideografis karena menggambarkan, memaparkan dan menceritakan sesuatu, berbeda dengan ilmu sosial lainnya, sejarah berusaha melukiskan sesuatu secara detail. Sejarah bersifat unik, karena berisi hasil penelitian tentang hal-hal yang unik dan khas yang berlaku pada sesuatu, hal yang ada pada suatu tempat dan waktu tertentu. Secara empiris bahwa sejarah bersandarkan pada pengalaman manusia yang sungguh-sungguh terjadi.
9.      W.J.S. Poerwadarminta
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia W.J.S. Poerwadarminta berpendapat bahwa sejarah meliputi tiga pengertian sebagai berikut :
a.       Sejarah berarti silsilah atau asal-usul.
b.      Sejarah berarti kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
c.       Sejarah berarti ilmu, pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
Dari uraian tersebut diatas dapat diambil kesimpulan tentang pengertian sejarah yaitu suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia.
Dengan demikian maka jelaskan bagi kita bahwa sejarah itu merupakan bagian dari disiplin ilmu pengetahuan. Sejarah bukan dongeng, bukan cerita fiksi, bukan cerita sandiwara. Tetapi sejarah didasarkan pada fakta-fakta nyata, peristiwa atau kejadiannya nyata, serta berhubungan dengan ruang, waktu dan manusia. Sedangkan cerita fiksi tidak didasarkan pada fakta-fakta konkret, tetapi hanya didasarkan pada daya imajinasi seorang pengarang. Peristiwa, tempat kejadian, waktu kejadian dan para pelakunya tidak nyata, hanya terdapat pada kahyalan sang pengarang saja.
Sebagai contoh bahwa sejarah itu ilmu, dan bukan cerita fiksi saja, simaklah dengan baik uraian diberikut ini :
A.    Bahwasanya pada abad ke –5 di Jawa Barat telah berdiri kerajaan Tarumanegara yang terletak ditepi sungai Citarum, diperintah oleh raja Purnawarman.
B.     Bahwasanya di pulau Jawa telah berdiri kerajaan Malpawati yang diperintah oleh Raja Anglingdarma dan Patih Batik Madrim.
Dari uraian singkat tersebut coba anda bedakan mana yang merupakan sejarah dan mana yang termasuk cerita fiksi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar