Kamis, 09 Februari 2012

Pengertian generalisasi, periodisasi, dan kronologi


a.       Pengertian generalisasi
Generalisasi adalah pekerjaan untuk menyimpulkan dari khusus ke umum. Karena sejarah berkedudukan sebagai ilmu, maka didalam membahas fakta-fakta dari sebuah peristiwa perlu digeneralisasikan terlebih dahulu. Dari generalisasi-generalisasi tersebut maka dapat diperoleh kesimpulan-kesimpulan tertentu terhadap peristiwa tertentu. Selain itu dari proses generalisasi dapat ditemukan kebenaran-kebenaran terhadap fakta-fakta yang mendukung terjadinya sebuah peristiwa. Meskipun demikian kebenaran-kebenaran itu sifatnya tidak abadi, akan tetapi pada suatu saat akan ditemukan kebenaran-kebenaran baru yang didukung oleh bukti-bukti konkrit yang lebih kuat kedudukannya.
Dalam disiplin ilmu sejarah ada dua macam tujuan generalisasi, sebagai berikut :
1.      Generalisasi Saintifikasi merupakan generalisasi yang sifatnya umum untuk mengecek teori yang lebih luas karena sering kali berbeda dengan generalisasi ditingkat yang lebih sempit.
Contoh :
a.   Bagi kaum Marxisme bahwa semua revolusi dianggap perjuangan sebagai perjuangan kelas. Hal ini kemudian digunakan untuk menganalisis Revolusi Perancis, kemudian dipakai untuk semua revolusi.
b.   Demikian pula di Indonesia, dimana Tan Malaka dalam bukanya Massa Actie menyusun periodisasi sejarah Indonesia dimulai dari migrasi bangsa Yunan samai perebutan kekuasaan antara rakyat miskin dengan kaum imperialis. Karena Tan Malaka menganut Marxisme maka didalam menyusun generalisasi sejarah Indonesia tidak obyektif.
Akan tetapi generalisasi kaum Marxisme terbukti tidak benar, karena masih terdapat kaum tani ( miskin ) yang tidak melakukan perjuangan kelas, tetapi lebih senang bersama kaum borjuis atau kapitalis.
2.      Generalisasi Simplifikasi merupakan generalisasi yang sifatnya sempit dan sederhana. Maka dalam menentukan simplifikasi terlebih dahulu menyusun periodisasi atau generalisasi periodik untuk mengklasifikasi peristiwa-peristiwa sejarah dalam tahapan-tahapan atau pembabakan tertentu. Dengan adanya klasifikasi maka akan mempermudah seorang ahli sejarah dalam menganalisa suatu peristiwa.
b.      Pengertian periodisasi
Peristiwa-peristiwa sejarah terjadi dalam rentang waktu yang sangat lama dan panjang. Dalam rentang waktu yang demikian panjang tersebut sudah muncul banyak sekali kejadian-kejadian yang dimulai sejak munculnya kehidupan manusia sampai sekarang. Maka tidaklah mungkin seorang ahli sejarah dapat menganalisis seluruh peristiwa yang jumlahnya sedemikian banyak.
Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut maka terlebih dahulu seorang ahli sejarah perlu menyusun periodisasi sejarah. Sudah barang tentu peristiwa-peristiwa sejarah diklasifikasi menurut jamannya masing-masing. Tujuan penyusunan periodisasi dan klasifikasi adalah untuk membantu dan mempermudah ahli sejarah dalam menganalisis kejadian atau peristiwa.
Penyusunan periodisasi sejarah berdasarkan pada terjadinya peristiwa yang mempunyai tiga dimensi yaitu ruang ( spasial ), waktu ( temporal ) dan tema tertentu ( tematis ). Dalam perodisasi tersebut maka peristiwa-peristiwa yang sudah diklasifikasi disusun kembali berdasarkan pada urutan-urutan waktu terjadinya sebuah peristiwa.
c.   Pengertian Kronologi
Ilmu sejarah berhubungan erat dengan perkembangan manusia yang diliputi oleh perkembangan mulai dari taraf yang paling sederhana sampai ketaraf yang paling kompleks. Dalam setiap perkembangan kehidupan manusia itu diwarnai denganterjadinya berbagai peristiwa baik kecil maupun besar. Dengan adanya kompleksitas peristiwa-peristiwa tersebut maka perlu diklasifikasi berdasarkan bentuk dan jenis-jenis peristiwanya. Selanjutnya peristiwa-peristiwa tersebut disusun secara kronologis berdasarkan urutan waktu kajadian dari peristiwa.
Kronologi adalah urutan waktu peristiwa yang disusun berdasarkan waktu terjadinya. Secara etimologi ( dari segi bahasa ) kronologi berasal dari kata chronos berarti waktu dan logos berarti ilmu, jadi kronologi adalah ilmu tentang waktu. Menurut Alexander de Xenopol bahwa peristiwa yang terjadi secara berulang-ulang dipelajari oleh Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), sedangkan peristiwa yang berurutan ( succesion ) merupakan objek ilmu sejarah. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, W.J.S. Poerwadarminta menjelaskan bahwa kronologi adalah ilmu pengukur berdasarkan kesatuan waktu dan urutan-urutan waktu dari sejumlah peritiwa tertentu. Adapun penyusunan peristiwa sejarah berdasarkan kronologi adalah untuk menghindari kerancuan atau anakromisme waktu dalam sejarah sehingga peristiwa dari satu jaman tidak akan masuk pada jaman yang lain. Disamping itu, tujuan yang lain adalah untuk memperoleh pemahaman yang baik dalam mempelajari sejarah dengan memperhatikan kronologi kejadian yang dimulai dari latar belakang, proses terjadinya peristiwa, sebab akibat, tempat, tanggal, bulan, tahun dan tokoh sejarah.
Dalam konsep kronologi peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi pada masa lampau dapat direkonstruksi kembali secara tepat berdasarkan urutan waktu. Adapun cara yang digunakan untuk menunjukkan tatanan kronologi adalah menggunakan garis waktu dengan membaginya dengan periode yang panjang. Ada berbagai macam urutan waktu yang digunakan dalam menyusun kronologi ada yang menggunakan tahun masehi yang dimulai dari kelahiran Nabi Isa, serta ada yang menggunakan tahun Islam yang dimulai dari hijrahnya Nabi Muhammad S.A.W. dari Makah ke Madinah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar