Minggu, 08 April 2012

3. Peradaban Lembah Sungai Eufrat dan Tigris (Mesopotamia)
Peradaban Eufrat dan Tigris dikenal dengan peradaban
Mesopotamia yang sekarang ini kawasan negara Irak.
Mesopotamia berasal dari kata mesos, artinya tengah, dan
potamos, artinya sungai. Mesopotamia diartikan daerah di
antara dua sungai Eufrat dan tigris yang bermuara di Teluk
Persia. Jika daerah Mesopotamia dihubungkan dengan daerah
lembah Sungai Yordan, terbentuklah suatu "tanah bulan sabit
yang makmur" atau disebut The Fertile Crescent.
Musim penghujan jatuh pada bulan Oktober – April sehingga
menjadi tanah yang subur. Pendukung kebudayaan Mesopotamia
terdiri atas bangsa Sumeria, Babilonia, Assiria, dan Babilonia
Baru.
a. Peradaban Sumeria
Orang-orang Sumeria mendirikan kekuasaannya sekitar
tahun 3000 SM di dekat Sungai Eufrat yang berpusat di Ur.
Bentuk pemerintahannya adalah kerajaan. Rajanya bergelar
Patesi dan berkuasa mutlak. Raja merangkap kepala agama,
kepala militer, dan memegang kekuasaan ekonomi negara.
Mata pencahariannya bercocok tanam. Bangsa Sumeria
mengikat hubungan dagang dengan bangsa Akadia yang
banyak menghasilkan kayu dan batu sebagai bahan bangunan.
Untuk memperlancar perdagangan dibuat jalan kafilah, yakni
jalan dagang yang menghubungkan antara Sumeria – Akadia
melalui Teluk Persia dengan pantai timur Laut Tengah.
Sistem kepercayaan orang Sumeria adalah menyembah
dewa Anu sebagai dewa langit, dewa Enlili sebagai dewa 
bumi, dan dewa Ea sebagai dewa air. Orang
Sumeria mengenal huruf paku yang terdiri dari
350 tanda. Hasil sastranya berupa wiracarita
kepahlawanan Gilgames. Mereka dapat membuat
rumah dan mengenal almanak, mengenal astronomi
untuk menghitung waktu, mengenal irigasi, mengenal bajak, serta lingkaran 360o.
Keruntuhan Sumeria sekitar tahun 2500 SM disebabkan serangan bangsa Akadia di
bawah Raja Sargon.
b. Peradaban Babilonia Kuno
Babilonia terletak di lembah Sungai Eufrat yang
berdiri sekitar tahun 2000 SM dengan ibu kotanya Babilonia
dan berbentuk kerajaan. Kekuasaan raja absolut, baik
sebagai kepala negara dan kepala agama maupun sebagai
kepala perekonomian. Babilonia Kuno mencapai puncak
kejayaan pada masa Raja Hammurabi yang mengeluarkan
Kitab Hammurabi sebagai undang-undang tertulis yang
pertama. Isinya 4.000 baris mengenai masalah pendidikan,
masalah hak milik, masalah keluarga, masalah tentara,
masalah perkawinan, dan masalah utang piutang.
Kitab ini ditempatkan di pinggir jalan berupa batu
yang tingginya 2 m. Undang-Undang yang memuat hukum
pidana bersifat pembalasan sesuai dengan pelanggaran
hukuman seimbang. Tujuan Kitab Hammurabi adalah
agar tidak terjadi tindakan sewenang-wenang para pejabat
negara. Hukuman bagi para bangsawan diperberat.
Teknologi kemiliteran sudah menggunakan kereta perang, pasukan menggunakan
helm tembaga, pasukan penggempur dilengkapi lembing, kapak, dan pedang.
Hasil budaya berupa Undang-Undang Hammurabi, mengenal astronomi, mengenal
astrologi, mengklasifikasikan hewan dan tumbuhan, menggunakan bilangan 60 sebagai
hitungan dasar, ditemukannya bangunan berbentuk menara (ziggurat), serta adanya
surat perjanjian yang mengatur transaksi perdagangan.
Kepercayaannya adalah menyembah banyak dewa. Dewa Marduk dianggap
sebagai dewa tertinggi dan dewa penyelamat. Dewa Enlil dipuja sebagai dewa bumi dan
dewa kiamat serta penguasa air yang berkedudukan sebagai dewa pemelihara
(Wisnu) di bawah dewa Marduk.
c. Peradaban Assiria
Bangsa Assiria tinggal di lembah Eufrat dan Tigris, beribu kota Nineveh (900 SM).
Bangsa ini termasuk suka berkelana dan dikenal sebagai bangsa penggembala ternak.
Bangsa ini memiliki sifat yang kejam dan suka membunuh. Negara yang didirikan
berbentuk kerajaan di mana raja berkuasa mutlak. Bangsa ini suka perang sehingga
banyak musuhnya. Raja yang terkenal adalah
Ashurbanipal yang pada tahun 650 SM berhasil
menguasai Mesir. Untuk itulah bangsa Media, Persia,
dan Khaldea bersatu mengalahkan Assiria (612 SM).
Semua rakyatnya dibunuh, kota Nineveh dibakar sehingga
berakhirlah kekejaman Assiria.
Pertanian orang Assiria banyak menghasilkan
gandum, anggur, sayur mayur, dan perdagangan dianggap
rendah. Kepercayaannya menyembah banyak dewa. Dewa
Assur sebagai dewa matahari adalah dewa yang tertinggi
dan dilambangkan dengan roda, dewa ini sebagai
pelindung raja. Mereka percaya roh orang meninggal
akan hidup terus tetap dijaga, walaupun jasadnya telah meninggal. Oleh karena itu,
orang mati diberi pakaian. Hasil budayanya bersifat heroisme yang mencerminkan
suasana kepahlawanan. Kemahiran meramal (astrologi) dimiliki bangsa ini dan
kemampuan astronomi sudah tinggi, yakni menghitung waktu setahun 365¼ hari.
d. Peradaban Babilonia Baru
Babilonia bangkit kembali dan dikenal sebagai
Babilonia Baru tahun 612 SM, pendukungnya bangsa
Khaldea dengan raja yang terkenal adalah Nebukadnezar.
Ia menyerbu Yerusalem dan memboyong semua orang
Yahudi sebagai budak Babilonia, ini yang disebut masa
pembuangan Babil.
Kepercayaan orang Babilonia Baru adalah
menyembah banyak dewa, seperti dewa Saturnus,
dewa Mars, dewa Venus, dan Pluto. Peninggalan seni
budayanya adalah Taman Bergantung, yakni taman di atas
bukit dilengkapi dengan flora dan fauna, menara Babil
yang menambah keindahan kota sebagai mercu suar bagi
pedagang yang menuju kota Babil, dan Jembatan Raja
yang menghubungkan kota Babil dengan Taman Bergantung. Mereka juga sudah
mengenal astronomi, almanak dan nama-nama planet. Selain itu, mereka memiliki ilmu
matematika untuk menghitung keliling dan luas lingkaran dengan 360o serta menghitung
waktu satu minggu ada 7 hari, satu hari ada 24 jam, dan tiap jam ada 60 menit. Bangsa
Babilonia runtuh disebabkan oleh serangan bangsa Media dan Persia tahun 530 SM.
4. Peradaban lembah Sungai Nil (peradaban Mesir Kuno)
Mesir adalah negara yang dilalui Sungai Nil yang bermata air di Danau Albert di
wilayah Negara Uganda. Ahli sejarah Yunani Herodotus mengatakan bahwa "Mesir
adalah hadiah Sungai Nil". Peradaban Mesir Kuno merupakan peradaban tertua di dunia,
diketahui dari penemuan batu Rosetta yang berhasil dibaca oleh sarjana Prancis, Champollion
pada 1822. Tulisan bangsa Mesir Kuno adalah hieroglif (tulisan gambar). Tulisan tersebut
kemudian disederhanakan menjadi hieratik dan akhirnya menjadi demotik, menulisnya di
daun papirus dengan pena dari jerami.
Peradaban spiritual berupa pemakaman mayat dengan cara mendudukan mayat dalam
kubur dan dibalsem (mumi) agar tetap utuh, proses ini disebut hoeker bestafung. Orang
Mesir percaya orang mati hidup terus jiwanya maka jasadnya harus tetap utuh sehingga
jasadnya perlu diawetkan (mumi).
Susunan masyarakat Mesir sebagai berikut.
a. Raja (firaun) dan keluarganya d. Para bangsawan
b. Pedagang /pengusaha e. Petani
c. Kaum buruh f. Para budak
Semua budak wajib melayani golongan di atasnya sehingga sangat menderita. Mata
pencaharian penduduk Mesir adalah bercocok tanam menghasilkan gandum dan kapas
serta berdagang. Orang Mesir menyembah banyak dewa. Dewa Ra/Re adalah dewa
matahari dan tertinggi sebagai sumber
kehidupan. Dewa Osiris adalah dewa
peradilan di alam baka yang dianggap dewa
air dan dewa tanah. Dewa Isis adalah dewa
angin yang berdiam di Sungai Nil. Orang
Mesir percaya pada binatang keramat
seperti burung Elang sebagai penghubung
manusia dengan dewa matahari. Lembu
dianggap sebagai binatang penyangga
dunia. Hewan-hewan yang hidup di sungai
Nil dianggap membawa kesuburan.
Kerajaan Mesir berhasil dipersatukan oleh
Firaun Menes sehingga ia dilambangkan
sebagai raja bermahkota kembar (Nesutbitti).
Sistem kalender Mesir kuno ada 12 bulan, antara tahun bulan dan matahari selisih lima
hari. Mesir memperdagangkan gandum, keramik, dan kapas. Pusat perdagangan di Thebe,
Memphis, dan Al Amarna.
Raja Mesir dianggap dewa oleh rakyatnya. Rajanya
bergelar Firaun dan ibu kota kerajaannya di Memphis.
Pemerintahan Mesir kuno dibagi menjadi tiga.
a. Mesir Kuno (3400 SM – 2160 SM)
Raja Mesir Kuno adalah Menes yang berhasil
menyatukan Mesir dari perang saudara sehingga Mesir
dianggap mulai aman.


b. Mesir Pertengahan (2160 SM – 1788 SM)
Ibu kota Mesir pada masa ini di Thebe, rajanya
bernama Sesotris III. Ia berhasil mempersatukan
Mesir kembali dari perang saudara. Ia berusaha
memperluas wilayah ke Palestina dan Sudan.
Setelah diganti Menemhet III, Kerajaan Mesir
semakin maju pertaniannya. Mereka sudah
mengenal teknologi mengeringkan rawa untuk lahan
pertanian. Mesir Pertengahan mundur karena
serangan Hykos yang gemar berperang.
c. Mesir Baru (1500 SM – 1100 SM)
Dengan pengalaman serangan Hykos dari Asia,
rakyat Mesir sadar dan bangkit di bawah Raja
Ahmosis I dan mengusir Hykos dari Mesir sehingga berdirilah Mesir Baru yang kuat
dan berlangsung sampai tahun 1100 SM. Rakyat Mesir diajak menyembah Dewa
Amon dan oleh Raja Thutmosis III dibangun rumah dewa Amon Re di kota Karnak dan
Luxor. Setelah diganti oleh Raja Amenhotep IV, rakyat Mesir mulai menganut
monoteisme, yakni hanya menyembah dewa Amon yang digambarkan sebagai bulatan
Matahari dianggap universal.
Keruntuhan Mesir disebabkan oleh faktor-faktor berikut.
a. Serangan bangsa Assiria pada tahun 672 SM.
b. Serangan dari Persia.
c. Diserang Macedonia di bawah Iskandar Zulkarnaen.
d. Jatuh ke tangan Romawi di bawah Oktavianus.
e. Dikuasai oleh Inggris.
































































































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar