Rabu, 22 Februari 2012

PERADABAN CINA KUNO

Pada waktu banjir sungai Hoang Ho membawa lumpur berwarna kuning, sehingga disebut Sungai Kuning. Hasil penelitian Prof. Davidson Black terhadap kebudayaan kuno Cina menunjukkan bahwa peradaban Lembah Sungai Hoang Ho didukung oleh Sinathropus pekinensis.
Dari hasil penelitian, maka dapat diambil beberapa kesimpulan, sebagai berikut :
a. pendukung kebudayaan lembah Hoang-Ho adalah Sinanthropus pekinensis (manusia kera dari Cina);
b. ditemukan barang tembikar berupa cambung berkaki pejal (ting), cambung berongga (li), dan jambangan tempat abu suci;
c. mengenal tulisan kuno Cina, yakni tulisan gambar lambang apa yang ditulis;
d. ditemukan alat pahat, kapak pemukul, dan alat tulang berupa jepitan rambut dan jarum;
e. orang Cina rajin mempelajari astronomi sehingga muncul penanggalan;
f.  kepercayaannya menyembah banyak dewa, misalnya, dewa Shangti adalah dewa langit, dewa hujan, dewa panen, dan dewa tertinggi yang diwakili Kaisar Cina.
Pada peradaban Cina kuno sduah dikenal adanya ajaran Tao yang diperkenalkan oleh Lao Tse dalam bukunya Tao-te-Ching dan disebut taoisme (semangat keadilan kesejahteraan yang kekal). Adapun isi dari ajarannya adalah sebagai berikut :
a.  adanya kerajaan langit dan yang menjadi rajanya adalah Dewa Ho Tien yang menguasai langit maupun bumi dan mengangkat kaisar Cina sebagai wakil dewa di dunia;
b. Cina adalah kerajaan dunia, raja dunia sebagai wakil Ho Tien (atas nama Ho Tien) yang menguasai bumi dan bergelar Huang Ti. Seorang raja Cina harus memiliki li (tindakan yang tepat dan penuh keadilan).
Sedangkan ahli filsafat yaitu Kung Fu Tse dalam ajaran kongfusionisme negara yang baik adalah jika raja menjadi raja, menteri menjadi menteri, anak menjadi anak. Kung Fu Tse seorang ahli pemikir, guru, dan negarawan yang ajarannya adalah pemerintahan dan keluarga. Mereka harus menjalankan tugas masing-masing, sehingga pemerintahan berjalan baik. Jika perbuatan manusia disertai kebajikan (te), akan menimbulkan susunan teratur (li), baik masyarakat negara maupun agama.
Menurut J. Toynbee, pemerintahan Cina Kuno dimulai sejak 3000 SM, sebagai raja tertua adalah Huang Ti yang bijaksana. Kebesaran Cina tergantung pada kemampuan memanfaatkan sungai Hoang Ho dan Sungai Yang Tse Kiang yang teorinya disebut "Challenge and Response", yaitu hukum tantangan dan jawaban. Berdasarkan cerita kuno, ada tiga zaman raja yakni Yi Sui Yen, Fu Shi, Shen Nung, dan lima kaisar, yakni Huang Ti, Yao, Shun, Yin, dan Lui Tsu. Sesudah itu Cina diperintah oleh dinasti-dinasti berikut.
















1 komentar: